Kemegahan Masjid Raya Al Kasiah

Masjid Raya Al-kasiah Karawang ini merupakan salah satu bangunan masjid termegah yang mana masjid ini didominasi oleh bahan utama besi dan baja ringan serta tambahan bahan berupa kaca,yang mana masjid ini bukan dibangun oleh pemerintah atau warga sekitar, bukan pula oleh sebuah perusahaan.

Tapi dibangun oleh sebuah satu keluarga muslim, yang mana menjadikan masjid ini sebagai masjid keluarga namun terbuka untuk kaum muslim manapun. Desain bangunannya pun juga dirancang sangat terbuka dan ramah akan lingkungan dan juga ramah dengan banyaknya pengunjung, menghilangkan kesan “sungkan” bagi siapapun yang hendak mampir kesana.

Masjid Raya  Al-kasiah Karawang ini merupakan salah satu bangunan masjid termegah yang mana masjid ini didominasi oleh bahan utama besi dan baja ringan serta tambahan bahan berupa kaca,yang mana masjid ini bukan dibangun oleh pemerintah atau warga sekitar, bukan pula oleh sebuah perusahaan. Tapi dibangun oleh sebuah satu keluarga muslim, yang mana menjadikan masjid ini sebagai masjid keluarga namun terbuka untuk kaum muslim manapun. Desain bangunannya pun juga dirancang sangat terbuka dan ramah akan lingkungan dan juga ramah dengan banyaknya pengunjung, menghilangkan kesan “sungkan” bagi siapapun yang hendak mampir kesana.  Sejarah Pembangunan Masjid Raya Al-kasiah  Masjid Al-Khasiah Klari adalah salah satu bangunan masjid keluarga,yang mana masjid ini didirikan dengan bantuan dana yang dihimpun oleh ahli waris Keluarga S. Wongsoredjo, dan diprakarsai oleh Alm. Soekandar Wignjosoebroto yang wafat pada tahun 1988, putra sulung S. Wongsoredjo, sedangkan pembangunan masjid ini dikerjakan oleh alm. Drs. Moh Sisman (wafat 2005), putra bungsu S. Wongsoredjo. Semasa hidupnya, S. Wongsoredjo yang wafat paada tahun  1948,beliau ini dahulunya bertugas sebagai kepala stasiun kereta api Klari. Nama masjid diambil dari nama isteri S. Wongsoredjo (Kasiah), suatu nama yang tersebut juga termuat di dalam al-Quran.  Arsitektur Masjid Raya Al-Kasiah  Masjid Raya Al-Kasiah ini, merupakan bangunan masjid yang cukup mengesankan dan dirancang serta di bangun dengan cukup megah, dan terkesan sangat menarik pula ditilik dari siapa pembangun nya. Bila di Putra Jaya Malaysia terkenal dengan masjid yang mereka sebut sebagai masjid besi karena hampir keseluruhan material masjid tersebut menggunakan bahan berupa besi dalam berbagai aplikasi, maka, masjid Raya Al-kasiah ini mungkin dapat disebut sebagai masjid besi nya Karawang.  Bangunan utama masjid yang ada di Masjid  Raya Al-kasiah ini seluruhnya menggunakan struktur berbahan besi dan juga lapisan baja, dari mulai tiang penyangga hingga menuju kerangka pada bagian atap.   Dari luar ataupun dari bagian dalam masjid juga sangat terlihat nyata dan secara jelas bahwa besi besi yang hendak akan digunakan serta digunakan ini untuk bangunan masjid ini benar-benar dengan bahan pilihan. Maka,hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dan sangat menarik karena masjid ini dibangun dalam arsitektur asli bernuansa khas indonesia yang mana masih memegang teguh warisan kuno dari era keemasan Majapahit, namun sedikit menggunakan material bangunan ke kinian.  Berdinding Kaca  Keseluruhan dinding pada bangunan masjid Al-Kasiah, kecuali pada bagian sisi mihrab, menggunakan material kaca bening. Perpaduan antara dinding kaca dan ketinggian atap masjid ini benar benar menghilangkan kebutuhan energi listrik untuk penerangan ketika di siang hari. Rancangan yang sedemikian rupa ini juga dapat menghasilkan ruangan yang tetap terasa nyaman di siang hari yang mana berada di tengah teriknya matahari Karawang.  Ruang bagian dalam masjid ini juga dibangun tanpa adanya bantuan plafon. Rancangan seperti ini selain memberikan ruang yang sangat leluasa bagi adanya sirkualasi udara yang mana sangat berguna untuk menjaga kestabilan serta mengatur tempo dan suhu serta dapat pula memperkirakan suhu temperaturketika berada di dalam ruanganan, fungsi lain juga dapat memberikan sebuah keindahan tersendiri bagi interior di dalam bangunan utama masjid yang mana dapat dihasilkan dari padu padan rangkaian besi kerangka utama masjid dengan latar belakang nya berupa lapisan kayu penutup sisi bawah atap masjid.  Dinding di sisi mihrab yang menjadi satu satunya yang berbahan beton, itupun tidak keseluruhan, bagian atas tembok sisi mihrab ini, tetap diberi bukaan dengan dinding kaca. Di tembok sisi mihrab ini dipajang sebuah kaligrafi Al-qur’an dalam ukuran besar. Plakat pembangunan masjid juga dipasang di tembok ini di bagian bawah sebelah kiri. Sementara ruang mihrab masjid di terangi cahaya alami dari glass wall yang dipasang di sisi depan mihrab. Sisi atap mihrab dihias dengan mushaf al-Quran memberikan kesan bahwa ruang mihrab ini seakan akan dipayungi oleh kitab suci Alqur’an yang sedang terbuka dan menghadap ke bawah.  Pendopo besar dari kayu.  Masjid ini juga dilengkapi dengan adanya sebuah bangunan berupa pendopo yang mempunyai ukuran jauh lebih besar daripada bangunan utama masjid. Pendopo yang dibangun di bagian sisi sebelah timur dan terhubung dengan bangunan utama pada masjid Al-Kasiah ini setidaknya dapat menjadikan pendopo ini sebagai ruang sholat tambahan yang sangat kharismatik bagi para jamaah sholat jum’at.   Layaknya pendopo yang mana biasa kita jumpai beraad di masjid-masjid besar dan terlihat begitu megah,ada pula yang menambahkan interior lain berupa keraton jawa, di pendopo masjid Al-Kasiah pun juga dibangun tanpa adanya sebuah dinding, dan hanya beratapkan genteng saja dan tingginya pun tidak terlalu tinggi,yang mana hal in untuk memberikan keteduhan. Sangat nyaman untuk beristirahat sejenak di pendopo ini.  Halaman belakang masjid (sisi utara) masih ada lahan terbuka yang dipenuhi dengan pohon buah buahan termasuk pohon mangga. pohon pohon besar juga du tanam dihalaman depan dan disekitar pendopo. Pohon pohon besar dan rimbun di area ini memberikan suasana adem dan sejuk di sekitar masjid.  Menara Masjid  Menara pada masjid Raya AlKasiah ini dibangun secara terpisah dari bangunan utama masjid. Yang mana tata letaknya berada di area pojok barat daya masjid atau tepat berada di sisi kiri gerbang masuk ke kawasan masjid. Menara masjid ini juga dibangun menggunakan material berbahan dasar besi dan juga tambahan baja ringan dan beton bertulang. Menara ini dominan mempunyai bentuk segi empat,yang mana pada  keempat sisinya ini ditutup dengan sebuah panel dari bahan besi  tebal namun sangat elegan dengan tambahan berupa Cat yang mana akan terlihat cukup unik.  Pemakaman Keluarga  Di bagian sebelah barat yang terletak di belakang masjid terdapat sebuah area komplek pemakaman keluarga yang mana areal tersebut diperuntukkan khusus bagi keluarga Wongsoredjo. Yang mana Keluarga yang telah susah payah membangun masjid raya ini. Komplek pemakaman ini cukup luas untuk ukuran pemakaman keluarga. Lengkap dengan papan nama berukuran besar di pintu utama pemakaman yang menghadap ke areal parkir di bagian sisi barat bangunan masjid.  Aktivitas Masjid Raya Al-Kasiah  Lokasi masjid ini yang berada di daerah industri bukan seperti kebanyakan masjid raya pada umumnya yang berada di bagian tengah tengah Kota atau Alun-alun Kota. Masjid ini berada di tengah-tengah pemukiman warga ataupun komplek perumahan, yang mana dengan hal ini menjadikan masjid ini hanya ramai jemaah justru ketika di hari kerja saja, dan bukan di hari hari libur.   Di hari Jum’at saat pelaksanaan sholat jum’at masjid ini sangat penuh sesak oleh jemaah yang merupakan karyawan dari perusahaan perusahaan yang berada di dekat daerah masjid tersebut, dan juga bagi para pengguna jalan yang seacar kebetulan melintas di kawasan masjid tersebut

Sejarah Pembangunan Masjid Raya Al-kasiah

Masjid Al-Khasiah Klari adalah salah satu bangunan masjid keluarga,yang mana masjid ini didirikan dengan bantuan dana yang dihimpun oleh ahli waris Keluarga S. Wongsoredjo, dan diprakarsai oleh Alm. Soekandar Wignjosoebroto yang wafat pada tahun 1988, putra sulung S. Wongsoredjo, sedangkan pembangunan masjid ini dikerjakan oleh alm. Drs. Moh Sisman (wafat 2005), putra bungsu S. Wongsoredjo. Semasa hidupnya, S. Wongsoredjo yang wafat paada tahun  1948,beliau ini dahulunya bertugas sebagai kepala stasiun kereta api Klari. Nama masjid diambil dari nama isteri S. Wongsoredjo (Kasiah), suatu nama yang tersebut juga termuat di dalam al-Quran.

Baca Juga: Keunikan Masjid Al-Baniah,Mempunyai Kubah Pelangi

Arsitektur Masjid Raya Al-Kasiah

Masjid Raya Al-Kasiah ini, merupakan bangunan masjid yang cukup mengesankan dan dirancang serta di bangun dengan cukup megah, dan terkesan sangat menarik pula ditilik dari siapa pembangun nya. Bila di Putra Jaya Malaysia terkenal dengan masjid yang mereka sebut sebagai masjid besi karena hampir keseluruhan material masjid tersebut menggunakan bahan berupa besi dalam berbagai aplikasi, maka, masjid Raya Al-kasiah ini mungkin dapat disebut sebagai masjid besi nya Karawang.

Bangunan utama masjid yang ada di Masjid  Raya Al-kasiah ini seluruhnya menggunakan struktur berbahan besi dan juga lapisan baja, dari mulai tiang penyangga hingga menuju kerangka pada bagian atap.

Dari luar ataupun dari bagian dalam masjid juga sangat terlihat nyata dan secara jelas bahwa besi besi yang hendak akan digunakan serta digunakan ini untuk bangunan masjid ini benar-benar dengan bahan pilihan. Maka,hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dan sangat menarik karena masjid ini dibangun dalam arsitektur asli bernuansa khas indonesia yang mana masih memegang teguh warisan kuno dari era keemasan Majapahit, namun sedikit menggunakan material bangunan ke kinian.

Berdinding Kaca

Keseluruhan dinding pada bangunan masjid Al-Kasiah, kecuali pada bagian sisi mihrab, menggunakan material kaca bening. Perpaduan antara dinding kaca dan ketinggian atap masjid ini benar benar menghilangkan kebutuhan energi listrik untuk penerangan ketika di siang hari. Rancangan yang sedemikian rupa ini juga dapat menghasilkan ruangan yang tetap terasa nyaman di siang hari yang mana berada di tengah teriknya matahari Karawang.

Ruang bagian dalam masjid ini juga dibangun tanpa adanya bantuan plafon. Rancangan seperti ini selain memberikan ruang yang sangat leluasa bagi adanya sirkualasi udara yang mana sangat berguna untuk menjaga kestabilan serta mengatur tempo dan suhu serta dapat pula memperkirakan suhu temperaturketika berada di dalam ruanganan, fungsi lain juga dapat memberikan sebuah keindahan tersendiri bagi interior di dalam bangunan utama masjid yang mana dapat dihasilkan dari padu padan rangkaian besi kerangka utama masjid dengan latar belakang nya berupa lapisan kayu penutup sisi bawah atap masjid.

Dinding di sisi mihrab yang menjadi satu satunya yang berbahan beton, itupun tidak keseluruhan, bagian atas tembok sisi mihrab ini, tetap diberi bukaan dengan dinding kaca. Di tembok sisi mihrab ini dipajang sebuah kaligrafi Al-qur’an dalam ukuran besar. Plakat pembangunan masjid juga dipasang di tembok ini di bagian bawah sebelah kiri. Sementara ruang mihrab masjid di terangi cahaya alami dari glass wall yang dipasang di sisi depan mihrab. Sisi atap mihrab dihias dengan mushaf al-Quran memberikan kesan bahwa ruang mihrab ini seakan akan dipayungi oleh kitab suci Alqur’an yang sedang terbuka dan menghadap ke bawah.

Pendopo besar dari kayu.

Masjid ini juga dilengkapi dengan adanya sebuah bangunan berupa pendopo yang mempunyai ukuran jauh lebih besar daripada bangunan utama masjid. Pendopo yang dibangun di bagian sisi sebelah timur dan terhubung dengan bangunan utama pada masjid Al-Kasiah ini setidaknya dapat menjadikan pendopo ini sebagai ruang sholat tambahan yang sangat kharismatik bagi para jamaah sholat jum’at.

Layaknya pendopo yang mana biasa kita jumpai beraad di masjid-masjid besar dan terlihat begitu megah,ada pula yang menambahkan interior lain berupa keraton jawa, di pendopo masjid Al-Kasiah pun juga dibangun tanpa adanya sebuah dinding, dan hanya beratapkan genteng saja dan tingginya pun tidak terlalu tinggi,yang mana hal in untuk memberikan keteduhan. Sangat nyaman untuk beristirahat sejenak di pendopo ini.

Halaman belakang masjid (sisi utara) masih ada lahan terbuka yang dipenuhi dengan pohon buah buahan termasuk pohon mangga. pohon pohon besar juga du tanam dihalaman depan dan disekitar pendopo. Pohon pohon besar dan rimbun di area ini memberikan suasana adem dan sejuk di sekitar masjid.

Menara Masjid

Menara pada masjid Raya AlKasiah ini dibangun secara terpisah dari bangunan utama masjid. Yang mana tata letaknya berada di area pojok barat daya masjid atau tepat berada di sisi kiri gerbang masuk ke kawasan masjid. Menara masjid ini juga dibangun menggunakan material berbahan dasar besi dan juga tambahan baja ringan dan beton bertulang. Menara ini dominan mempunyai bentuk segi empat,yang mana pada  keempat sisinya ini ditutup dengan sebuah panel dari bahan besi  tebal namun sangat elegan dengan tambahan berupa Cat yang mana akan terlihat cukup unik.

Pemakaman Keluarga

Di bagian sebelah barat yang terletak di belakang masjid terdapat sebuah area komplek pemakaman keluarga yang mana areal tersebut diperuntukkan khusus bagi keluarga Wongsoredjo. Yang mana Keluarga yang telah susah payah membangun masjid raya ini. Komplek pemakaman ini cukup luas untuk ukuran pemakaman keluarga. Lengkap dengan papan nama berukuran besar di pintu utama pemakaman yang menghadap ke areal parkir di bagian sisi barat bangunan masjid.

Aktivitas Masjid Raya Al-Kasiah

Lokasi masjid ini yang berada di daerah industri bukan seperti kebanyakan masjid raya pada umumnya yang berada di bagian tengah tengah Kota atau Alun-alun Kota. Masjid ini berada di tengah-tengah pemukiman warga ataupun komplek perumahan, yang mana dengan hal ini menjadikan masjid ini hanya ramai jemaah justru ketika di hari kerja saja, dan bukan di hari hari libur.

Di hari Jum’at saat pelaksanaan sholat jum’at masjid ini sangat penuh sesak oleh jemaah yang merupakan karyawan dari perusahaan perusahaan yang berada di dekat daerah masjid tersebut, dan juga bagi para pengguna jalan yang seacar kebetulan melintas di kawasan masjid tersebut

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>